Setelah sejumlah teaser dilayangkan, Mercedes-Benz akhirnya resmi membuka selubung mobil listrik perdananya. Disebut EQC dengan EQ berasal dari kata Electric Intelligence, sedang nama lengkapnya Mercedes-Benz EQC 400 4Matic. Model ini menandai dimulainya generasi elektrifikasi Mercedes-Benz, dengan menjadi mobil pertama yang bakal dijual dalam divisi elektrik EQ.

Perhatian manufaktur atas mobil listrik sepenuhnya kreasi pertama mereka sangat tinggi. Begitu juga masyarakat dunia yang sudah menantinya. “Dengan EQC sebagai SUV Mercedes-Benz full elektrik pertama, kami memulainya. Penggerak elektrik adalah komponen besar dalam mobilitas masa depan. Kami lantas berinvestasi lebih dari 10 miliar Euro dalam ekspansi portofolio model EQ, dan lebih dari 1 miliar Euro dalam produksi baterai secara global,” papar Dieter Zetsche selaku Chairman pf Daimler AG & CEO of Mercedes-Benz Cars dalam siaran rilisnya.

Diklaim, EQC dilengkapi dengan baterai lithium ion berdaya 80 kWh, lebih besar 10 kWh dari model konsep yang pernah dipamerkan. Bekal itu memungkinkan EQC melaju sampai sekitar 320 km. Sedang pengisian ulang baterai, membutuhkan 40 menit untuk dari 10 persen sampai 80 persen.

Daya gabungan yang dihasilkan, 400 PS dan torsi puncak 765 Nm. Daya itu disumbang dari motor listrik yang ditempatkan sebagai penggerak roda depan dan belakang (4Matic), dengan teknologi mode berkendara Comfort, Eco, Max Range, Sport dan Individual. Klaim performa, 0-100 km/jam bisa dicapai dalam kisaran 4,9 detik dan kecepatan puncak 180 km/jam.

Dari penampilan, Mercedes-Benz EQC terlihat seperti mobil biasa, bukan elektrik. Gaya crossover sporty bisa dilihat dari siluet EQC. Pihak manufaktur menyebutnya sebagai pioner SUV elektrik, berpenampilan avant-garde yang menawarkan kemewahan. Sementara desain kabin juga dibuat berdasar bahasa desain Mercedes-Benz, minimalis namun tetap elegan. Dari dalam juga tak terlihat nyata kalau ini kabin mobil listrik.

Yang menjadi sorotan dari kabin, infotainment besar dengan sistem multimedia MBUX (Mercedes-Benz User Experience). Layar sentuh MBUX menjadi pusat komando dari hiburan dan informasi EQC, yang juga sudah dilengkapi sistem navigasi dan perintah suara. Dari segi fitur safety, EQC dijejali sistem aktif dan pasif yang lengkap. Paket Mercedes-Benz Driving Assistance, dilengkapi fitur baru nan canggih, meningkatkan keselamatan sekaligus pengalaman berkendara.

Produksi Mercedes-Benz EQC dimulai di pabrik Bremen, Jerman pada 2019, lantas disusul berikutnya di Beijing, Cina. Belum ada keterangan lengkap soal harga, namun perkiraan mobil ini mulai dijual pada 2020. Sebagai tambahan, Mercedes-Benz EQC bermain di segmen crossover SUV listrik yang sudah didiami Tesla Model X dan Jaguar I-Pace.